Penampilan peserta kejuaraan pencak silat piala Bupati Lamongan

Lamongan, Pasmedia – Seringnya terjadi gesekan antar Pesilat mengakibatkan kondisi tidak nyaman dan kurang kondusif di Lamongan. Untuk itu, melalui kejuaraan pencak silat Piala Bupati Lamongan, Sekkab Lamongan Yuhronur Efendi berharap, stigma buruk itu bisa ditinggalkan.

 

“Pencak Silat sebagai olahraga budaya, sudah sepatutnya menjadi pembela bagi yang lemah dan mencetak generasi yang berbudi pekerti luhur, “ kata Yuhronur usai membuka Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Lamongan di GOR setempat, Kamis (3/8).

 

Kedepan, dia berharap event kejuaraan pencak silat bisa digelar secara rutin di Lamongan. Sehingga bisa mencetak atlet pencak silat unggul dan  meningkatkan prestasi.

 

“Terlebih, Lamongan pada 2019 nanti akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi. Kita harus mampu berprestasi dan menjadi juara, “ pesan dia.

 

Dia kemudian menyebutkan sejumlah atlet pencak silat Lamongan yang telah berprestasi. Diantaranya Melinda Kusumawardani yang menjadi juara di event Jakarta Open dan Cindy Wulandari yang meraih medali emas di Popda.

 

Kejuaraan itu seperti disampaikan Ketua Pengcab Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Lamongan Sumiran diikuti 184 pesilat dari 14 perguruan. Di Lamongan sendiri, terdapat 23 perguruan, terdiri dari 15 perguruan prestasi dan 8 perguruan tenaga dalam. (sf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here