Komisioner KTL, Wanut Suisno (kanan), Yasir Tajid ( tengah) dan Murod (kiri)

Lamongan, Pas Media

Salah satu anggota Komisi Transparansi Lamongan ( KTL), Wanut Suisno, berencana mengundurkan diri menjadi komisioner KTL. Itu dilakukan sejalan dengan terpilihnya dia sebagai Pendamping Desa Tenaga Ahli ( PDTA) di Kementerian Desa Tertinggal.

Dalam konferensi Pers yang dilakukan di kantor KTL, jalan Basuki Rahmat, Lamongan. Ketua KTL Yasir Tajid didampingi seluruh anggotanya menyampaikan rencana pengunduran diri Wanut Suisno, belum tertulis. Namun sudah disampaikan dalam bentuk lisan.

” Beliau akan menjadi Tenaga Pendamping Desa. Maka secara hukum, beliau akan menyatakan mundur. Dan itu perintah undang-undang,” kata Yasir Tajid, S.Ag. Senin (25/9)

Sementara, Wanut Suisno  menegaskan, permohonan pengunduran dirinya sebagai anggota KTL, baru akan dilakukan setelah dirinya menandatangani kontrak Pendamping Desa Tenaga Ahli ( PDTA).

” Secara etika, karena aturannya seperti ini maka saya akan mengundurkan diri,” ujar Wanut.

Sikap itu diambil karena menurutnya syarat pengunduran diri di KTL tidak mensyaratkan adanya doble penerimaan anggaran negara. Sehingga surat pengunduran dirinya belum diserahkan kepada Bupati.

” Tapi siapapun yang merasa menerima doble anggaran, seharusnya mundur. I’tikat saya akan mundur,” tegasnya.

Selain itu, juru bicara KTL Sulistiono menegaskan, jika nanti surat pengunduran itu sudah dibuat, pihaknya tidak memiliki kewenangan memberhentikan yang bersangkutan.

Sebab, sesuai mekanisme pengangkatan dan pemberhentian anggota KTL merupakan kewenangan dari DPR dan Bupati Lamongan.

“Komisioner tidak berkewajiban mengangkat atau memberhentikan, anggota. Tapi akan kami sampaikan kepada Bupati,” tegas Sulistiono. (fad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here