Ilustrasi
Ilustrasi

LAMONGAN (PASMEDIA) – Waspada terhadap penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan ajak seluruh Puskesmas dan masyarakat agar mengantisipasi Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit DBD.

Meski, berdasarkan catatan hingga Oktober 2016, trend kasus penyakit DBD di Lamongan terus menurun. Namun, Dinas Kesehatan perlu mewaspadai penyebaran DBD pada musim penghujan dan anomali cuaca yang terjadi saat ini.

“Sejak 18 Oktober lalu, surat edaran sudah dikirim ke seluruh kepala UPT Puskesmas untuk mengabil langkah antisipasi peningkatan DBD,” kata Fida Nuraida, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan, melalui Kabag Humas dan Infokom, Sugeng Widodo. Senin (31/10).

Dalam mengantisipasi penyebaran DBD tersebut, Dinas Kesehatan Lamongan meminta agar Puskesmas membangun kerjasama lintas sektoral dengan mengaktifkan serta meningkatkan peran serta masyarakat dalam pemberantasan jentik nyamuk.

“Apabila terjadi kasus DBD, petugas harus segera melaporkan dalam waktu 1 x 24 jam ke Dinas Kesehatan untuk ditindaklanjuti. Agar pelaporan ini lebih cepat, bisa langsung dilakukan via telepon lewat nomor yang sudah kami cantumkan di surat tersebut,” tuturnya.

Selain itu, langkah yang diambil untuk mewaspadai KLB penyakit DBD, diantaranya memutus mata rantai penyebaran nyamuk dengan melakukan kerja bakti gerakan 3 M (menutup, menguras, mengubur).

Ia menjelaskan, saat ini Dinas Kesehatan sudah menyiapkan 406 kilogram bubuk abate, sebanyak 170 kilogram diantaranya sudah didistribusikan ke seluruh puskesmas untuk diteruskan ke desa-desa secara gratis.

Sementara, Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan hingga Oktober 2016, tercatat ebanyak 479 kasus DBD, jumlah kasus tertinggi di Puskesmas Lamongan sebanyak 51 kasus, dan Puskesmas Karanggeneng 48 kasus, serta Puskesmas Mantup ada 30 kasus. (*/war).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here