Petugas upacara termasuk pengibar bendera adalah mantar teroris
Lamongan, Pasmedia
Puluhan kombatan dari mantan terpidana teroris, melaksanakan upacara pengibaran bendera dalam rangka hari ulang tahun (HUT) kemerdekaan RI ke – 72. Mereka ikut upacara bukan hanya sebagai peserta. Juga ikut andil sebagai petugas upacara, yang di Inspekturi oleh Kapolres Lamongan, di lapangan Desa Tenggulun, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan. Kamis (17)

Petugas pengibar bendera, yakni Zulia Mahendra, dan Khoirul Mustain, merupakan anak kandung dari terpidana mati kasus Bom Bali, Amrozi, dan Saiful Arif alias Abid alias David alias Jack, Khoerul Mustain. Sedangkan, mereka yang jadi peserta upacara, mengenakan seragam serta memakai syal merah putih yang diikatkan di kepala.

Pembacaan teks Proklamasi, yang dilaksanakan tepat pukul 10.00 wib, juga dibacakan oleh Ali Fauzi, mantan pentolan jaringan teroris Bom Bali, yang kini menjadi ketua Yayasan Lingkar Perdamaian. Yayasan tersebut didirikan sebagai upaya Deradikalisasi, untuk merangkul kembali dan membina para mantan teroris, agar bisa kembali menjadi warga negara yang baik.
“ Syaiful Arif, pernah terlibat baku tembak di poso, kakinya pincang karena di amputasi, dan masih ada serpihan proyektil di kakinya. Di vonis di Palu selama 5 tahun dan keluar kita ajak ke sini. Abid alias Abu Atib, dia akrab dengan Santoso,” kata Ali Fauzi, usai upacara.
Awalnya, Ali Fauzi khawatir pelaksanaan upacara pengibaran bendera Merah Putih, oleh para kombatan tersebut tidak berjalan lancar. Itu dikarenakan, mereka sebelumnya belum pernah sekalipun ikut upacara.
“ Saya khawatir, waktu pemasangan benderanya ‘mbulet atau terbalik. Alhamdulillah semua berjalan lancar, dan ini bukti komitmen kami setelah mengucapkan ikrar setia kepada NKRI” ungkapnya.
Sementara, Kapolres Lamongan, AKBP. Juda Nusa Bhakti, SIK, mengaku bangga melihat mantan terpidana teroris dan keluarganya, di Lamongan bisa bersatu dan diterima dengan baik oleh masyarakat.
“ Sampai merinding saya. Upacara 17 Agustus, petugasnya semua mantan teroris, termasuk pesertanya ,” kata Kapolres Lamongan.
“ Ini menunjukkan, bahwa Lamongan yang dulunya dikenal sebagai sarang teroris, kini berhasil melakukan deradikalisasi. Terbukti, sekarang aman, karena mereka kita rangkul menjadi bagian dari warga negara,” pungkasnya. (fd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here