Petugas pelayanan e-KTP Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Lamongan.

LAMONGAN (PASMEDIA) – Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kaupaten Lamongan, Rusgianto, memastikan pelayanan e-KTP di Lamongan saat ini masih terkendala dengan ketersediaan blanko yang habis.

Hal ini terjadi lantaran pengadaan blanko e-KTP yang terpusat melalui Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) telah habis sejak 1 Oktober kemarin.

“Program e-KTP selama ini terpusat di Kemendagri, termasuk untuk pengadaan blangko. Sehingga ketika blangko dari Kemendagri ini habis, kami juga tidak bisa berbuat banyak.” Ungkap Rusgianto, saat ditemui di Kantor Disdukcapil Lamongan. Senin (03/10).

Habisnya blanko tersebut membuat pencetakan e-KTP bagi warga yang sudah melakukan perekaman e-KTP juga terhambat.

“Perkiraan ketersediaan blangko e-KTP di Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil itu baru ada pada Bulan Nopember 2016 nanti. Sehingga baru di bulan itu pula pelayanan pencetakan e-KTP bisa normal kembali.” Terangnya.

Namun, pihak Disdukcapil Lamongan sudah menyiapkan pelayanan penerbitan surat keterangan pengganti identitas bagi penduduk yang sudah melakukan perekaman dan e-KTP belum tercetak.

Sedangkan, bagi penduduk yang belum melakukan perekaman e-KTP. Rusgianto, menyebutkan masih bisa melakukan proses perekaman di kecamatan masing-masing.

“Penduduk yang sudah melakukan perekaman, tapi e-KTP belum tercetak, bisa meminta kepada kami untuk dibuatkan surat kerangan pengganti e-KTP.” Jelasnya.

Ia menambahkan, surat tersebut dapat digunakan oleh penduduk yang memiliki urusan mendesak terkait kelengkapan dokumen kependudukan. Seperti untuk kepentingan Pilkada, Pilkades, Perbankan, Dokumen Imigrasi, BPJS dan Kepolisian maupun urusan lainnya.

Sementara, berdasarkan data Dispendukcapil Lamongan sejak sebulan terakhir mencatat sebanyak 23.215 penduduk yang sudah melakukan perekaman e-KTP. Namun hingga kini e-KTP nya belum tercetak.

“Selain blankonya habis, data perekaman e-KTP yang terbaru sejak awal bulan September hingga sekarang belum bisa dicetak. Sebab, datanya dari pusat belum bisa dibuka disini.” Pungkasnya. (*/war).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here