program peduli lingkungan hidup LGC

Lamongan, Pasmedia – Program unggulan di bidang lingkungan hidup yang diterapkan kabupaten Lamongan, berupa Lamongan Green and Clean (LGC) plus, nampaknya menjadi sumbangsih utama atas raihan piala Adipura kota Lamongan tahun ini.

“ Karena, selain tetap menjaga lingkungan hijau, indah dan teduh, LGC kali ini juga dibarengi dengan tanaman hortikultura. Seperti cabai, tomat dan terong. Dengan harapan masyarakat bisa secara swadaya memenuhi kebutuhan sayuran,” ujar Kabag Humas dan Protokoler Pemkab. Lamongan, Agus Hendrawan, Jumat (28/7).

Selain itu, tambah Agus, dalam menanggulangi permasalahan sampah, Pemkab Lamongan menerapkan kegiatan 3R (reduce, reuse dan recycle), untuk mengurangi permasalahan timbulan sampah. Perhari, jumlah sampah yang dihasilkan di Lamongan, mencapai  2.147 meterkubik perharinya, atau setara 536,9 ton.

“ Kegiatan ini (3R), mampu mengurangi timbulan sampah hingga 16,72 persen,” ujarnya.

Sebanyak 1.158 unit bank sampah, juga sudah dikelola dan dimaksimalkan fungsinya. Sehingga mampu mengurangi penumpukan sampak yang dikelola di TPA sebesar 83,28 persen

Untuk mengurangi limbah pertanian dan peternakan, tambah Agus, Pemkab Lamongan, juga  menginisiasi siklus, Program Tersapu Jagat (ternak sapi, usaha jagung meningkat), agar pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan bisa tuntas secara terpadu.

Dengan siklus ini, potensi limbah pertanian yang mencapai 1.261.439 ton pertahun, dimanfaatkan untuk pakan ternak. Sedangkan potensi limbah peternakan yang bisa mencapai 218.807, 212 ton pertahun dimanfaatkan sebagai pupuk organik.

Tak heran, dengan program lingkungan hidup yang sudah berjalan dengan baik itu, Lamongan kembali mendapatkan penghargaan tertinggi di bidang lingkungan hidup, yakni piala Adipura.  Piala yang setiap tahun wajib diperoleh kota Lamongan. Sebab, sebagai kota kecil, Lamongan tidak berhenti untuk berinovasi dibidang lingkungan hidup. (sf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here