Kantor Kejaksaan Negeri Lamongan,

Lamongan, Pasmedia – Kejaksaan Negeri Lamongan, akhirnya menetapkan mantan Kepala Bidang PEP Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, Sunah, M.Pd, sebagai tersangka dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Siswa (BOS). Tersangka diduga menyalahgunakan dana BOS sejak tahun 2012 hingga tahun 2016.

Menurut Kasi Intel Kejaksaan Negeri Lamongan, Taryoko Budiyanto, atau akrab dipanggil Budi, penetapan Sunah sebagai tersangka tersebut, setelah tim penyidik Kejaksaan melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan dari ratusan saksi, ehingga didapat alat  bukti yang cukup.

Kasi Intel Kejari Lamongan, Taryoko Budiyanto

“Status di kejaksaan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Yang sudah kami periksa, kepala sekolah dari Kecamatan Bluluk dan Ngimbang,” kata Budi, Selasa (8/8)

Namun, saat dipanggi kejaksaan sebagai tersangka, Sunah yang sekarang menjabat sebagai Kepala Cabang Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur wilayah Lamongan, itu tidak memenuhi panggilan. Penyidik, lanjut Budi, belum mengetahui alasan ketidakhadiran Sunah.

Rencananya, penyidik bakal melayangkan surat panggilan berikutnya  terhadap tersangka, dalam perkara tersebut.

“Pemeriksaan untuk dipanggil tim penyidik kejaksaan, saudara SN sebagai tersangka, saat ini sudah dipanggil secara patut, masalah penyalahgunaan dana BOS dan sampai detik ini belum ada konfirmasi kenapa tidak datang. Kalau tidak datang ya dipanggil lagi,” tegasnya.

Terpisah, Sunah belum bisa dihubungi mengenai penetapan dirinya sebagai tersangka dugaan korupsi dan BOS. Bahkan, ia juga tidak berada di kantor tempatnya bertugas. Salah satu pegawai Kantor Cabang Disdik Jatim Lamongan, mengatakan, Pimpinannya tidak masuk dikarenakan sedang keluar kota. (sf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here