Perwakilan Guru Honorer SD sedang menemui Anggota Dewan dari Komisi D DPRD Lamongan. (Foto:anwar).
Perwakilan Guru Honorer SD sedang menemui Anggota Dewan dari Komisi D DPRD Lamongan. (Foto:anwar)

LAMONGAN (PASMEDIA) – Aksi damai ribuan orang Guru Honorer dan Pegawai Tidak Tetap yang tergabung dalam Forum Honorer Sekolah Non Kategori (FHSNK) untuk memperjuangkan nasibnya dengan mendatangi kantor DPRD disambut baik oleh sejumlah anggota dewan dari Komisi D DPRD Lamongan. Kamis (20/10).

Sebanyak 11 orang perwakilan para tenaga pendidik honorer dierima oleh Komisi D DPRD Kabupaten Lamongan, dengan pengamanan ketat dari aparat kepolisian dan Satpol PP.

“Kami menuntut SK dari Bupati agar bisa mengikuti program sertifikasi, dan meminta kesejahteraan yang layak,” Kata Sukran, ketua FHSNK Kabupaten Lamongan di hadapan sejumlah anggota dewan yang menemuinya.

Sukran, Menuturkan para guru memiliki tanggungjawab yang besar untuk mencerdaskan anak bangsa. Akan tetapi, nasib dan kesejahteraan para pendidik sungguh sangat tidak layak.

“Gaji sebulan 50 ribu tapi hunag kami bisa 100 ribu. Ini sungguh memprihatinkan bagi kesejahteraan kami semuai,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua komisi D Ali Mahfudz dalam kesempatan tersebut mengatakan, pihaknya di DPRD tanpa diminta oleh teman-teman sudah selalu ia perjuangkan dalam setiap pembahasan.

“Kalau sekarang para guru demo, ini akan membuat dirinya dan teman-teman dewan lainnya, untuk terus bersemangat memperjuangkan apa yang diinginkan oleh para guru,” kata Ali Mahfud, salah sesorang politisi Partai Amanat Nasional.

Hal senada disampaikan oleh anggota Komisi D Lainnya, Syaifudin Zuhri, bahwa pihaknya sudah mengusulkan sebesar 500 – 600 ribu untuk tunjangan agar supaya dimasukkan dalam rancangan APBD Tahun 2017.

“Kami terus berusaha mengusulkan, karena kami juga sangat memahami apa yang dirasakan oleh para guru semua,” imbuhnya.

Turut menemui perwakilan para GTT dan PTT yang berlangsung di ruang Komisi D yaitu, Muhammad Dahlan anggota Komisi D dari PPP, dan Sa’im, Wakil Ketua DPRD Lamongan dari PDIP.

Wakil Ketua DPRD Lamongan, Sa’im, menyampaikan, pihaknya hanya menyampaikan dan pihak eksekutif yang memutuskan. Ia juga meminta Kehadiran para guru ke dewan untuk mendoakan, karena aspirasi para guru akan diperjuangkan mulai dari pembahasan di KUAPPS.

Selesai menemui perwakilan para guru, Wakil Ketua DPRD Lamongan bersama anggota Komisi D lainnya turut menemui ribuan GTT dan PTT sekolah dasar yang menunggu di luar gedung DPRD Lamongan. (war/*).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here