Petani garam Brengkok, mulai panen

Lamongan, Pasmedia
Melonjaknya harga garam dipasaran dalam beberapa bukan terakhir, sangat menggembirakan bagi petani garam di Kabupaten Lamongan. Bahkan, lonjakan harga mencapai Tujuh kali lipat dari harga sebelumnya.

” Tahun ini naik mencapai Rp 3 ribu per kg. Kami merasa bersyukur dengan kenaikan harga garam ini,” ungkap Edy, petani garam asal Desa Brengkok, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan. Sabtu (22/7)

Ditambahkan Edy, sebelum adanya kenaikan harga, garam hasil panen petani garam di Brondong, hanya dibeli seharga Rp 500 per Kg.

Kenaikan harga garam ini, diyakini karena pasokan garam yang selama ini didatangkan dari pulau Madura tersendat. Sehingga, garam yang dihasilkan petani garam Lamongan menjadi penopang utama untuk kebutuhan garam di Lamongan.

Selain Madura, Kabupaten Lamongan merupakan salah satu sentra penghasil garam berkualitas. Apalagi, selain untu kebutuhan industri, garam merupakan salah satu komoditas yang diburu oleh para petani budidaya ikan, untuk mengolah air agar budidaya ikan bisa maksimal.

Ditambah lagi, lahan tambak di Lamongan sangat luas. Sehingga, kebutuhan akan garam bagi petani tetap tinggi.

Kondisi ini tentu membuat petani garam di wilayah pantura kembali semangat. Sebab, sebelum adanyabkenaikan harga garam, banyak petani garam gulung tikar.

” Kemarin banyak lahan yang dibiarkan, sebab harganya sangat murah. Sekarang saat harga naik dan cenderung stabil, banyak yang kembali lagi,” pungkasnya. (Sf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here