KEDIRI (PASMEDIA) – Rencana Refungsi eks lokalisasi Semampir, Kecamatan Kota Kediri, yang akan dijadikan wisata kuliner dan keluarga oleh Pemerintah Kota Kediri, menuai tanggapan dari kalangan Ulama Kediri.

Hal ini disebabkan wacana deadline yang diterapkan 9 Desember 2016 mendatang, diharapakan Ulama bisa dikaji lebih jauh dengan melihat dampak para penghuni pasca dibongkar nanti.

Menurut KH. Anwar Iskandar, Pengasuh Ponpes Al-Amin, Ngasinan, Kelurahan Rejomulyo, Kota Kediri, Pemerintah Kota Kediri harus lebih melihat bagaimana nantinya usai penghuni dibongkar.

“Harus lebih dipikirkan dampaknya usai dibongkar. Apakah sudah sesuai imbalan maupun ganti rugi yang diberikan dan langkah apa yang akan dilakukan, ini yang harus dipikirkan?,” katanya, Jumat (11/11).

Selain itu, Pengasuh Ponpes Al Amin yang akrab dipanggil Gus War tersebut menyatakan, apapun bentuknya penghuni eks lokalisasi juga manusia yang juga harus dilakukan secara manusiawi bukan malah sebaliknya.

Sementara, diketahui jumlah KK di eks lokalisasi Semampir berkisar 257 KK, dan Pemerintah Kota Kediri sebelumnya sudah memberikan sosialisasi hingga surat peringatan tentang pembongkaran bangunan yang didead line 9 Desember 2016.(ary/war)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here