Aktifis GMNI berorasi di depan kantor Panwaskab Lamongan

Lamongan, Pas Media

Puluhan aktifis Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dari cabang Lamongan, menggelar aksi unjuk rasa dengan mendatangi kantor Panwaskab. Lamongan. Jumat (27/10)

Dengan membentangkan beberapa spanduk dan poster , mereka berorasi dihalaman kantor panwaskab di jalan Sunan Drajat, Lamongan.

Dalam orasinya, mahasiswa menuntut agar Panwaskab mengganti anggota Panwascam yang baru dilantik pada hari Kamis (26/10) kemarin, karena banyak yang merangkap jabatan di beberapa instansi.

“ Kami meminta Panwaskab mengklarifikasi Panwascam yang merangkap jabatan. Jika benar terbukti maka mereka harus diganti,” teriak salah satu peserta aksi.

Untuk itu, mahasiswa dari GMNI berharap bisa bertemu dengan ketiga anggota Panwaskab Lamongan. Sayangnya, keinginan mereka tidak terwujut. Itu dikarenakan tidak ada satupun anggota Panwaskab yang berada di kantor.

Bahkan, karena tidak ada kepastian bisa bertemu dengan Panwaskab Lamongan, massa kesal dan menendang pagar kantor panwas. Petugas Kepolisian yang menjaga jalannya demonstrasi pun sempat berteriak dan mengancam peserta aksi, karena dianggap membuat ricuh.

Hingga, salah satu staf Panwaskab, menemui mereka dan memperbolehkan perwakilan masuk keruang kantor Panwaskab. Itu dilakukan setelah memberitahu kepada demonstran, jika  ketiga anggota Panwaskab sedang tidak ada di kantor.

“ Ketua dan anggota berangkat ke Jakarta memenuhi undangan dari Bawaslu,” ujar staf Panwaskab.

Setelah memastikan tidak ada satupun anggota Panwaskab Lamongan berada di kantornya, demonstran mengancam akan terus mengawal persoalan ini dan tetap menuntut agar  segera mengganti para anggota Panwascam yang merangkap jabatan.

“ Jika tidak dilaksanakan , maka kami akan melaporkan indikasi pelanggaran itu ke DKPPdengan dasar UU no 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum,”  ujar Sugeng Hariono, ketua DPC. GMNI Lamongan.

Sebelum meninggalkan lokasi dan bertolak menuju gedung DPRD, untuk melanjutkan aksi, para mahasiswa mengancam akan melakukan demonstrasi kembali ke Kantor Panwaskab dengan membawa massa yang lebih besar lagi. (fad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here