Suporter Sepak Bola nyalakan Flare rayakan kemenangan. (Foto: Insta@Jimbun)
Suporter Sepak Bola nyalakan Flare rayakan kemenangan. (Foto: [email protected])

LAMONGAN (PASMEDIA) – PT. Gelora Trisula Semesta (GTS) selaku operator pertandingan Indonesia Soccer Camphionship (ISC) 2016, kembali menjatuhkan sanksi terhadap manajemen Persela Lamongan, akibat ulah suporter nakal.

Manajemen Persela Lamongan harus menanggung sanksi pelanggaran disiplin yang dilakukan oknum suporter yang menyalakan flare di stadion, pasca pertandingan Persela melawan Semen Padang, di Stadion Gajayana, Malang, Sabtu (08/10) malam.

Adanya pelanggaran tersebut, Manajemen Persela Lamongan harus membayar denda sebesar Rp. 15.000.000, sebagai sanksi pelanggaran disiplin terkait tingkah laku buruk suporter.

“Kami menerima surat keputusannya kemarin. Memang hukuman dendanya bertambah karena pengulangan terhadap pelanggaran itu (penyalaan flare, red),” ujar Muhadjir, ketua panpel Persela Lamongan.

Sebelumnya, sanksi serupa dari PT. GTS juga pernah diterima Persela pada 5 Mei 2016 yang lalu, dengan denda sebesar Rp 10.000.000. Setelah ada penyalaan 4 flare di tribun utara dan timur 5 menit setelah pertandingan Persela menjamu Persegres Gresik United, pada 30 April 2016.

Berdasarkan fakta dan pertimbangan hukum, penyalaan flare terjadi di tribun utara stadion Gajayana Kota Malang tiga menit setelah pertandingan Persela melawan Semen Padang berakhir.

Muhadjir mengatakan, kejadian penyalaan flare menjadi pelajaran bagi panitia untuk tetap waspada da terus menyerukan anti flare di sepanjang pertandingan.

Ia juga berharap penyalaan flare oleh oknum suporter di dalam stadion baik laga kandang maupun tandang menjadi yang terakhir. (pf/war)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here