Pembongkaran paksa bangunan Cafe Jayabaya yang berdiri di lahan bantaran Sungai Brantas, Kediri. (Foto:ary)
Pembongkaran paksa bangunan Cafe Jayabaya yang berdiri di lahan bantaran Sungai Brantas, Kediri. (Foto:ary)

KEDIRI (PASMEDIA) – Sebuah bangunan Cafe Jayabaya yang berdiri di lahan bantaran Sungai Brantas, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, dibongkar paksa oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), lantaran diduga melanggar aturan yang berlaku. Senin (24/10) sore.

Dengan menggunakan alat berat Bulldozer, petugas Satpol-PP Kota Kediri merobohkan bangunan warung terbesar di bantaran Sungai Brantas tersebut tanpa perlawanan dari pemilik Cafe Jayabaya.

“Saat dibongkar pemilik cafe sudah legowo dan merujuk rekomendasi dari Balai Besar Sungai Brantas. Bahwa massa sewa yang dimulai 2006 lalu sudah berakhir ” kata Ali Mukhlis, Kepala Satpol -PP Kota Kediri. Selasa (25/10).

Ali Mukhlis, menegaskan, pembongkaran bagunan Cafe Jayabaya merupakan lokasi pembongkaran awal sekaligus sebagai percontohan bagi para pedagang di bantaran Sungai Brantas lainnya, bahwa semua akan diperlakukan sama.

“Tidak tebang pilih dan bukan hanya pedagang di bantaran Sungai Brantas Mojoroto saja, melainkan semua warung yang ada di sepanjang bantaran, mulai belakang hotel Insumo hingga eks Lokalisasi Semampir akan dibongkar dan ditargetkan dalam tahun ini,” tegasnya.

Sementara, Ketua Paguyuban Pedagang Wisata Bantaran Brantas, Yugo Nugroho, menyatakan pihaknya akan berupaya membela diri dan melakukan perlawanan kalaupun lapak para pedagang tetap dibongkar.

“Kami sudah sepakat, para pedagang yang terangkum dalam paguyuban akan melawan. Karena, ini satu-satunya mata pencaharian kami sejak 2008 lalu,” katanya.

Ia menambahkan, jika pembongkaran tetap dilakukan, setidaknya ada 52 pedagang di kawasan wisata bantaran Sungai Brantas yang terancam kehilangan mata pencahariannya.

“hingga saat ini pihaknya juga masih mengajukan permohonan di Balai Besar Sungai Brantas untuk bisa menempati lahan yang masih dalam taraf pengkajian,” tuturnya. (ary/war).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here