Pengerukan waduk dengan Alat berat dan kendaraan pengangkut

Pas Media – Lamongan

Pemkab. Lamongan, menggelontorkan dana hingga belasan Miliar untuk pengerukan embung atau waduk di Desa. Itu dimaksudkan agar ketersediaan air baku di masyarakat bisa tercukupi. Tercatat ada sekitar 31 embung Desa bakal didanai melalui APBD dengan nominal anggaran sebesar Rp. 11.462.820.000.

Bupati Fadeli mengarahkan prioritas anggaran Pemkab Lamongan diantaranya untuk penyediaan tandon air baku berupa embung desa. Komitmen itu ditunjukkan dengan penambahan anggaran sebesar Rp 14 miliar melalui Perubahan APBD 2017.

Komitmen Pemkab Lamongan untuk penyediaan air baku ini juga mendapat bantuan dari pemerintah pusat melalui skema Dana Alokasi Khusus (DAK). Nilainya sebesar Rp 6,345 yang diperuntukkan kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi dan peningkatan pembangunan jaringan irigasi.

Sebelumnya, melalui APBD 2017, Pemkab Lamongan juga menganggarkan sebesar Rp 16,5 miliar untuk normalisai saluran sungai dan pengerukan embung desa. Sehingga di tahun 2017 ini saja, anggaran yang disediakan untuk menjamin ketersediaan air baku saat musim kemarau tiba mencapai Rp 30,5 miliar.

Melalui APBD sebelum perubahan, Rp. 5.112.000.000 digunakan untuk rehabilitasi/pemeliharaan normalisasi 19 saluran sungai. Diantaranya untuk Normalisasi Saluran Desa Bulumargi Kecamatan Babat, Saluran Air Desa Weduni Kecamatan Deket dan Saluran Air Desa Tanggungan Kecamatan Pucuk.

Menurut Kabag Hums dan Protokoler Pemkab. Lamongan, Agus Hendrawan, anggaran swenilai Rp 11, 4 M, itu diantaranya diperuntukkan untuk pengerukan Embung Desa Sumur Gayam Kecamatan Paciran, Embung Desa Banjarejo Kecamatan Kedungpring dan Embung Desa Doyomulyo Kecamatan Kembangbahu.

“Terjaminnya ketersediaan air baku, terutama selama musim kemarau, baik untuk rumah tangga maupun pertanian adalah hak masyarakat yang harus dipenuhi. Karena itu Bapak Bupati Fadeli menganggarkan sejumlah besar anggaran untuk normalisasi sungai dan pengerukan embung desa, “ jelas Agus Hendrawan.

Selain itu, pada Perubahan APBD Tahun 2017, anggaran Rehabilitasi Pemeliharaan Normalisasi Saluran Sungai ditambah sebesar Rp. 7.935.218.000, untuk 48 titik pengerukan sungai. Seperti di wilayah Desa Sukoanyar Kecamatan Turi, Desa Gempolpading Kecamatan Pucuk, dan Desa Morocalan Kecamatan Glagah.

Pengerukan embung desa juga mendapatkan tambahan dana Rp. 6.080.270.000, yang dipruntukkan  untuk 16 embung desa lainnya. Seperti Embung Desa Katemas Kecamatan Kembangbahu, Desa Girik Kecamatan Ngimbang dan Desa Datinawong Kecamatan Babat. (fad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here