Peci buatan home industri dari Bangil Pasuruan milik H. Sofi,
Peci buatan home industri dari Bangil Pasuruan milik H. Sofi,

PASURUAN (PASMEDIA) – Musim haji menjadi berkah tersendiri bagi perajin Peci border berbasis rumahan (home industry). Seperti H. Sofi,  pengusaha Peci asal kelurahan Kersikan kecamatan Bangil Pasuruan ini kebanjiran pesanan Peci dari jamaah haji sepulang dari Mekkah untuk ole-ole bagi pengunjung.

Tingginya pesanan tersebut di akui oleh H  Sofi karena untuk memenuhi pesanan dari pelanggannya yang tersebar di Indonesia. Sehingga dalam memproduksi Peci buatannya harus menambah jam kerja karyawan.

“Pesanan sudah mulai meningkat jadi harus di kebut,” kata H. Sofi, Jum’at (09/09).

Dari usaha yang sudah digeluti selama Sepuluh tahun tersebut, karyawan yang membantu pembuatan Peci berasal dari keluarga serta tetangga sekitar di tempat tinggalnya.

Bahkan, pelanggan Peci buatannya tak hanya dari Indonesia saja, pesanan Peci buatan H Sofi juga datang dari Negara tetangga yang berpenduduk Muslim. Seperti Malaysia, Brunai darusalam hingga Negara Timur Tengah,”terangnya.

Dalam proses pembuatan Peci pengerjaannya cukup sederhana. Dari pemilihan model, pemotongan, pengepresan dan penjahitan seluruhnya dikerjakan di dalam rumahnya. Namun, bahan yang dipakai dalam pembuatan Peci dipilih dari jenis kain berwarna putih dengan kualitas terbaik.

Setelah semua proses pembuatan Peci selesai, maka Peci buatan H Sofi ini bisa menjadi buah tangan habagi keluarga dalam menjenguk kerabat maupun tetangganya  usai menjalankan ibadah Haji.

“Harga pasar di kota Indonesia setiap kodi dibanderol seharga Rp 225 ribu hingga Rp 400 ribu. Namun, untuk pengiriman ke antar Negara di tambah ongkos kirim melalui  jasa paket,” ucapnya.

Pada musim Haji seperti saat ini, penjualan Peci buatan H Sofi mengalami puncaknya. Setiap Minggu H Sofi mengaku bisa mengirim PEci hingga 600 kodi, sehingga keuntungan yang di dapat di musim Haji seperti saat ini bisa mencapai puluhan juta rupiah. (Zia/Izus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here