Lamongan, Pas Media

Seluruh desa dan kelurahan di Lamongan tahun ini bakal memiliki peta admisnitrasi secara Kartometrik. Ini adalah metode pemetaan dengan metode partisipatif yang kemudian disajikan dengan citra satelit beresolusi tinggi.

Lamongan menjadi salah satu kabupaten di Jawa Timur yang mendapat fasilitas bantuan guna penataan batas wilayah administrasi dari Badan Informasi Geospasial (BIG).  Terkait itu, dilakukan sosialisasi kepada seluruh Kepala Desa dan Lurah se-Kabupaten Lamongan tentang Delineasi Batas Wilayah Administrasi Desa / Kelurahan Secara Kartometrik di Pendopo Lokatantra, Selasa (17/10).

Kepala Bidang Pemetaan Batas Wilayah dan Administrasi Pusat BIG Eko Artanto menyebutkan bahwa batas administrasi wilayah sangatlah penting, terutama dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Karena itu akan sangat mempengaruhi berbagai kebijakan yang menyertainya. “Untuk itu perlu ditata dengan baik dan bertanggung jawab, agar dapat tercipta tertib administrasi pemerintahan, “ ungkap Ir. Eko Artanto.

Bupati Fadeli yang hadir merasa sangat antusias dengan adanya bantuan yang diberikan BIG. Karena besarnya manfaat ayang akan didapatkan.

“Diharapkan kepada seluruh Kepala Desa dan Lurah yang hadir untuk memperhatikan sosialisasi ini. Jangan sampai nanti saat batas wilayah sudah ditetapkan terjadi masalah,” pesan Fadeli.

Dia memberikan masukan kepada BIG, agar dalam pemetaan nanti juga menyajikan informasi terkait fasilitas umum yang tersedia pada tiap desa.

“Saya berharap nantinya selain menetapkan batas wilayah, BIG juga memberi tanda terkait adanya fasilitas umum. Seperti sarana dan prasarana kesehatan, seperti rumah sakit, puskesmas, dan sarana prasarana pendidikan seperti sekolahan, maupun tempat ibadah, “ katanya menjelaskan

Dia menaruh harapan besar, pemetaan batas wilayah hasil dari BIG itu akan mengurangi gesekan yang terjadi antar desa.

“Jadi setelah batas wilayah ini ditetapkan diharapkan tidak lagi terjadi gesekan ataupun keributan antar desa yang mengklaim terhadap wilayahnya, “ katanya mengakhiri.

Metode pemetaan kartometrik ini melakukan penelusuran garis batas posisi titik, maupun luas cakupan wilayah menggunakan berbagai peta yang tersedia.

Selain itu dilakukan dengan pemetaan partisipatif. Yakni dengan melibatkan perangkat pemerintahan dan masyarakat.

Pemetaan ini juga melibatkan penggunaan citra satelit beresolusi tinggi dan batas desa/kelurahan dari Badan Koordinasi Survey dan  Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) yang diverifikasikan di lapangan. (*/fad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here