Direktur PT Petrokimia Gresik, Nugroho Christijanto, saat memperlihatkan benih di Petromart kepada Setyo Hartono, Wabup Bojonegoro. (ren).
Direktur PT Petrokimia Gresik, Nugroho Christijanto, saat memperlihatkan benih di Petromart kepada Setyo Hartono, Wabup Bojonegoro. (ren).

GRESIK (PASMEDIA) – Untuk mengembangkan teknologi budidaya tanaman dan meningkatkan produktivitas padi. PT Petrokimia Gresik (PG) memberikan kawalan lengkap terhadap petani. Pengawalan ini meliputi serangkaian kebutuhan sarana produksi padi, seperti, benih pupuk, pembenahan tanah, dan pestisida.

Direktur Utama PT Petrokimia Gresik (PG) Nugroho Christijanto, mengatakan, bahwa teknologi budidaya padi PG ini. mampu meningkatkan produktivitas padi dan merupakan hasil inovasi PG, dalam mewujudkan swasembada pangan.

“Tidak hanya pupuk, kawalan kami juga meliputi benih, pembenahan tanah, dan pengendalian hama,” ujarnya, di sela acara tanam perdana padi teknologi PG di lahan sawah milik Kelompok Tani Trubus Makaryo di Desa Mojorano, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro.

Secara teknis, teknologi budidaya padi yang disediakan oleh PG ini diawali dengan melakukan analisis tanah, dengan memanfaatkan fasilitas mobil uji tanah. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesuburan tanah sehingga bisa diperoleh dosis rekomendasi pemupukan yang tepat yang dapat diaplikasikan oleh petani,” lanjutnya.

Setelah analisis kesuburan tanah, selanjutnya dilakukan persemaian padi dengan menggunakan benih unggul produksi PG, yaitu Petroseed, dan menambahkan produk hayati Potensida sebagai perlakuan benih (seed treatment), untuk meningkatkan ketahanan benih/bibit dari serangan hama dan penyakit serta memenuhi kebutuhan hara bibit,” tukasnya.

Di tambahkannya, setelah pengolahan tanah, dilakukan pemupukan dasar dengan menggunakan pupuk Petroganik dan Petro-Cas. Petroganik merupakan pupuk organik yang berfungsi untuk meningkatkan kesuburan tanah. Sedangkan Petro-Cas bermanfaat sebagai sumber unsur hara Kalsium dan Sulfur untuk tanaman padi, sekaligus meningkatkan pH tanah. Keduanya merupakan produk hasil riset PG.

Kegiatan pemupukan susulan dilakukan dengan mengaplikasikan pupuk yang mengandung unsur hara makro dan mikro, yaitu NPK Phonska Plus (non-subsidi) disebut NPK Phonska Plus karena dalam pupuk NPK tersebut terdapat tambahan kandungan unsur hara mikro yaitu Seng (Zn) dan Sulfur (S) yang sangat esensial bagi tanaman.

“Manfaat Seng diantaranya adalah untuk mengoptimalkan pertumbuhan vegetatif dan pertumbuhan biji/buah, sementara manfaat Sulfur adalah untuk meningkatkan kualitas hasil panen,” jelasnya.

Sedangkan untuk pengawalan terhadap hama dan penyakit, PG bersama anak usahanya, PT Petrosida Gresik dan PT Petrokimia Kayaku, menyediakan berbagai jenis Pestisida, baik Insektisida, Fungisida, Herbisida, maupun Rodentisida.

“Jadi pengawalan budidaya padi teknologi PG sangat lengkap. Petani bisa menerapkannya untuk meningkatkan produktivitas,” pungkasnya. (ren/war)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here