Ribuan guru dan pegawai honorer Sekolah Dasar di Lamongan menggelar Aksi Damai di kantor DPRD Lamongan.
Ribuan guru dan pegawai honorer Sekolah Dasar di Lamongan menggelar Aksi Damai di kantor DPRD Lamongan.

LAMONGAN (PASMEDIA) – Ribuan guru honorer di Sekolah Dasar (SD) se Kabupaten Lamongan yang tergabung dalam Forum Honorer Sekolah Non Kategori (FHSNK), menggelar aksi damai ke kantor DPRD Lamongan untuk menyuarakan aspirasinnya agar pemerintah memperhatikan kesejahteraannya, Kamis (20/10)

Aksi para guru dan pegawai Honorer tersebut dimulai dari Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa di Jalan Pahlawan, Lamongan dengan berjalan kaki sekitar 3 kilometer menuju kantor DPRD yang berada di Jalan Basuki Rahmat, Lamongan.

“Jumlah GTT dan PTT yang masuk di Forum Honorer ada sebanyak 2.234 orang dan yang ikut aksi damai sekitar 50 persennya saja,” tutur Susilo Pramono, Koordinator aksi asal Kecamatan Tikung Lamongan.

Para tenaga pendidik menuntut SK Bupati dan bisa mendapatkan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) agar dapat mengikuti uji sertifikasi bagi guru honorer yang ada di lingkungan lembaga sekolah negeri.

“Berpuluh-puluh tahun sudah mengabdi, tapi kesejahteraan yang didapat hanya 200 ribu maksimal,” tutur Susilo, Pria yang sudah mengabdi selama 10 tahun menjadi Guru Tidak Tetap (GTT) di Sekolah Dasar.

Susilo, Menjelaskan, pihanya menuntut adanya SK Bupati agar bisa mengikuti program sertifikasi. Begitu juga dengan kesejahteraannya dari Pemerintah Daerah, apakah itu separuh dari UMK atau sama dengan UMK?.

Ia Menambahkan, Kedatangannya ke Kantor DPRD Lamongan untuk meminta dukungan para anggota dewan untuk mendesak Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam rapat paripurna agar memasukkan alokasi anggaran pendidikan sebagai honor GTT dan PTT dalam pos ABPD 2017.

Lanjut Susilo, Jika tuntutan tidak terpenuhi, akan ada aksi turun kejalan lebih besar dan terorganisir untuk memperjuangkan aspirasinya hinga tercapai. (tom/war).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here