Tandon Pengelolaan air bersih PDAM Lamongan

Lamongan, Pasmedia Online

Perusahaan daerah Air Minum (PDAM) Lamongan, di tahun ini mentargetkan akan menambah 2 ribu sambungan rumah (SR), sebagai pelanggan air bersih.

Sebelumnya, jumlah konsumen PDAM di akhir 2016 lalu, menurut KAbag Humas Protokoler Pemkab Lamongan, Agus Hendrawan, ada sebanyak 18.155 SR. Sedangkan sampai dengan Juli 2017, sudah menjadi 18.675 SR atau bertambah menjadi 520 SR.

Selain itu PDAM juga akan memperluas pelayanan air bersih di wilayah Lamongan Selatan, dari sumber air baku Sungai Brantas di Mojokerto.

Sebelumnya, Bupati Lamongan dan Gubernur Propinsi Jawa Timur telah menandatangani Sistem Penyediaan Air Minum Mojokerto dan Lamongan (SPAM Mojo Lamong).

Rencananya air baku dari Sungai Brantas tersebut akan digunakan untuk mencukupi kebutuhan air baku di daerah selatan. Yakni Kecamatan Mantup, Kembangbahu, dan Tikung.

Kabupaten Lamongan melalui kerjasama ini bisa memperoleh alokasi debit air hingga 50 liter per detik dengan asumsi untuk pelayanan kurang lebih 5.000 SR. Proyek tersebut sudah berjalan, dan akan segera terealisasi.

Di sisi lain, kondisi kemarau ini membuat air baku PDAM kadar kekruhannya minim, sehingga tidak memerlukan proses terlalu panjang.

Jika musim penghujan, tingkat kekeruhan air dalam skala NTU (Nephelometric Turbidity Unit) di Bendung Gerak Babat mencapai 2 ribu. Sementara aturannya, air yang layak skala NTUnya  hanya sebesar 5.

PDAM Lamongan selama ini sudah memiliki sistem pengolahan yang bisa mengolah air baku sampai skala NTUnya tinggal mencapai 1,2 atau 1,4. Jika musim kemarau seperti ini air cenderung tenang, sehingga skala NTU di Sungai Bengawan Solo hanya sekitar 90-100. (fad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here