Kasi Pidsus Kejari Lamongan, Heri Purwanto.

Lamongan, Pasmedia – Kejaksaan Negeri Lamongan, kembali menetapkan satu orang pejabat dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, sebagai tersangka dugaan korupsi dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2012 – 2016.

Asmungi (53), mantan kepala Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Dinas Pendidikan Kecamatan Ngimbang, Lamongan, dan saat ini menjabat sebagai Ka UPT Kec. Modo, langsung tahan setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan.

” Setelah kita periksa sebagai tersangka, ini langsung ditahan,” kata Hery Purwanto, KAsi Pidsus Kejari Lamongan, Rabu (9/8).

Diterangkan Hery, penahanan tersangka berakaitan dengan dugaan korupsi pemotongan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan pemotongan dan Tunjangan Profesi Pendidik (Sertifikasi) serta pemotongan dana gaji Guru. Ia ditahan di Lapas Kelas II Lamongan.

“Tersangka AS melakukan dugaan korupsi pemotongan dana BOS, dan pemotongan sertifikasi serta pemotongan dana gaji guru,” terangnya.

Atas perbuatannya tersebut, negara dirugikan sebesar Rp 300 juta. Itu dilakukan mulai tahun 2012 hingga 2016.

” Dikenakan Pasal 12 Huruf E dan Pasal 11 Undang Undang nomor 20 tahun 2001, tentang perubahan UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman minimal 4 Tahun Penjara,” pungkasnya.

Sebelumnya, penyidik Kejaksaan Negeri Lamongan, telah menetapkan Sunah, mantan Kabid. PEP Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan dalam perkara dugaan korupsi dana BOS tahun 2012 hingga 2016. Namun, hingga saat ini penyidik belum melakukan penahanan. (sf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here